Rizqina's world

WE
LCOME TO MY BLOG

Rabu, 16 November 2011

Tugas Drama Bahasa Indonesia


 Persahabatan itu Indah

narator: pramesti novica n.
cast:   -Ami               (Sri Nastiti A.S.R.U)
            -Arum                        (Arum Asmara I)
            -Azriell          (Azizah Fera Damayanti)
            -Eka               (Annisa Eka Putri)
            -Herdina       (Herdina Arifiani)
            -Rizqina        (Rizqina Salma Mahmudati)
            -Sekar                       (Ayu Sekarsari Savitri)
            -Fira               (Ayu Safira Septiana)
                       

Ami, Arum, dan Azriell, sudah bersahabat sejak kecil. TK, SD, sampai SMP merekapun sama, SMP 21. Mereka mempunyai 2 orang teman, bisa di bilang teman, bisa dibilang musuh. Soalnya mereka berdua selalu ngegangguin persahabatan Ami, Arum, dan Azriell. ‘Duo Nying-nying’, Sekar dan Rizqina. Sekarang mereka sedang duduk di bangku kelas 2 SMP. Tetapi, Arum akan pindah sekolah ke Aussie, karena ayahnya pindah tugas ke Negeri Kangguru itu. 
Arum : “Guys, aku mau bicara sama kalian (mendekati Ami dan Azriell) Mulai bulan depan, ayahku bakal pindah tugas ke Aussie. Dan.... otomatis aku juga bakal sekolah disana.”
Azriell : “Emang kamu berangkat kapan?”
Arum : “Besok Minggu aku udah berangkat ke Aussie.”
Ami : “Jadi intinya, kamu bakal ninggalin aku sama Azriell, gitu?” (agak marah)
Arum : “Nggak gitu juga kali, Mi. Ini zaman globalisasi, teknologi udah maju. Ada Email, Facebook, Twitter, My Space, Plurk,“
Azriell : “STOP! Cukup!”
Ami : “mau kamu apa, sih? Mau jelasin tentang teknologi? Mau nyebutin situs jejaring social satu-satu? Hah?” (Ami memotong kata-kata Arum)
Arum : “Iya-iya, ah…. Tapi kita tetep sahabatan, kan?”
Ami dan Azriell : (Ami dan Azriell saling melirik) “Hmm… So pasti!!!!!!!”
Ami, Arum, dan Azriell : “Saling menyayangi, saling melindungi, slalu bersama, satu untuk selamanya!”
Walaupun Arum pergi ke Aussie, Ami dan Azriell tidak pernah putus kontak dengannya. Ami dan Azriell mempunyai seorang teman yang bernama Fira, Fira bisa dibilang golongan pendiam di kelas. Suatu hari Ani melihat papan pengumuman.
Fira : “Ih, waw! Ada pemilihan pengurus OSIS. Betari harus tau, nih.” (Fira berlari menuju ke tempat Betari)
Azriell : “Fir, ada apaan, sih? Kok kamu lari-lari gitu?”
Fira : (Sambil mengatur nafas) “Eh, enggak kok. Aku cuma mau ngasih tau Ami. Ada pemilihan pengurus OSIS. Ami wajib ikut, tuh.”
Ami : “Aku???? Hmm…. Gimana, ya? (bimbang) Masalahnya Sekar sama Rizqina ikut, enggak?”
Fira : “Nggak tau juga, sih. Yah, paling mereka ikut. Secara, gengsi, dong, kalo mereka nggak ikut.”
Azriell : “Mi, jangan mau mau digituin terus, dong, sama si ‘Duo Nying-nying’ itu. Kamu pasti bisa, kok, Mi.”
Tiba-tiba ‘Duo Nying-nying’ Sekar dan Rizqina datang, dan tidak sengaja mendengar kata-kata Azriell yang terakhir.
Sekar : “Ooh…. Ternyata anak mama satu ini mau ikut pemilihan pengurus OSIS juga ya? (dengan nada sinis) Tapi liat aja ntar, siapa yang bakal kepilih!”
Sekar meninggakan Ami, Azriell, dan Fira.
Rizqina : “Bener kata Kholy. Liat aja ntar, siapa yang bakal kepilih jadi pengurus OSIS!”
Sekar dan Rizqina ingin menjadi ketua OSIS semata-mata hanya untuk popularitas. Sekar dan Rizqina bukan anak yang pinter, satu sekolah juga udah tau itu. Mereka cuma bisa make alat make up aja. Akhirnya Ami menjadi Wakil Ketua OSIS. Ami sudah bersyukur menempati jabatan itu. Sedangkan ‘Duo Nying-nying’ Sekar dan Rizqina tidak terpilih menjadi pengurus OSIS.
Azriell : “Fir ada apaan, sih? Ribut aja!”
Fira : “Sekar, yang sportif, dong!”
Ami  : “ Udah-udah…. Kok jadi kalian sih, yang sewot. Aku aja nggak papa, kok.”
Rizqina : “Belagu banget sih, kamu! Baru jadi waket aja sombong. Eh, kamu nggak usah sok baik, deh sama aku sama Sekar. Kita berdua juga udah tau, sebenernya hati kamu tuh busuk!”
Azriell : “Eh, kamu jangan keterlaluan, ya, sama temen aku! Berani kamu sama aku?!!”
Sekar : “Eh, kamu jangan beraninya sama cewek aja, dong!! Dasar Pengecut! Beraninya cuma sama cewek.”
Azriell : “Apa kamu bilang?” (kesal pada ‘Duo Nying-nying’)
Ami : “ Udah, udah. Zriel, Fir, ayo ke kelas! Misi Kar, Riz….”
Mereka bertiga meninggalkan ‘Duo Nying-nying’ itu.
Minggu ini, mereka melaksanakan ujian kenaikan kelas. Dan hasilnya….
Azriell : “Alhamdulillah, kita semua naik kelas.”
Ami&Fira : “Iya, Alhamdulillah…..”
Azriell : “Mi, Fir, di kelas IX nanti aku mau ikut ekskul basket. Kalian setuju, nggak?”
Ami&Fira : ”Ya, jelas setuju dong!” (kompak)
Dua bulan kemudian, Ami menerima email dari Arum. Katanya seminggu lagi Arum pulang ke Indonesia. Ami senang sekali. Dan langsung menelpon Ilham.
Ami : “Halo, Azriell?”
Azriell : “Iya, Mi. Tumben malem-malem gini nelpon, kenapa?” (setengah mengantuk)
Ami : “Gini. Barusan aku buka email. Ada email masuk baru aja dari Arum. Katanya Arum seminggu lagi bakal balik. Aku seneng banget, deh. Akhirnya kita bisa barengan lagi.”
Azriell : “Yang bener, Mi? Syukur deh, akhirnya kita bertiga bisa kumpul lagi.” (masih setengah sadar)
Ami : “Oke deh. Udah dulu, ya! Aku mau belajar dulu…”
Azriell : “Oke, bye.” (mengakhiri pembicaraan telpon, lalu langsung terbang ke alam mimpi)
3 hari sebelum Arum pulang, Azriell memberi tahu pada Ami dan Fira bahwa ia akan mengikuti lomba basket antar sekolah. 
Azriell : “Mi, Fir, sebentar lagi gue mau ikut lomba basket, nih. Kalian dateng, ya!”
Fira : “Insyaallah, kalo aku bisa, aku pasti dateng, kok.”
Ami : “Tenang aja, aku pasti dateng, kok.”
Keesokan harinya, Arum mengirimkan sms ke Ami yang isinya “Mi, ntar kalo aku balik dari Aussie, aku pengen ketemuan sama kamu di café ‘meong’ ya!” Setelah menerima dan membaca sms dari Arum, Ami-pun menyanggupinya. Ami lupa dengan janjinya pada Azriell untuk datang melihat dia di pertandingan basket nanti. Begitu juga dengan azriell yang agaknya setengah sadar, saat Ami menelpon Azriell dan memberitahu bahwa Arum akan kembali dari Aussie.
Hari yang ditunggupun tiba. Azriell sudah bersiap untuk menghadapi pertandingan basket dengan SMP 9. Sebelum pertandingan dimulai, Azriell gelisah menunggu kedatangan Ami. 
Azriell : “Ami mana, sih? Katanya mau dateng. Kok nggak dateng-dateng, ya!” (sementara
Arum dan Ami sedang asik, ngobrol, karena sudah lama mereka tidak bertemu. Walaupun pertandingan sudah dimulai, Azriell masih menunggu kehadiran Ami, ia sangat gelisah. Hatinya tidak tenang dan permainannyapun sangat kacau. Tetapi yang datang malah si ‘Duo Nying-nying’ yang diam-diam menyukai Azriell. Rizqina tidak tahu kalau Sekar menyukai Azriell, Sekar juga tidak tahu kalau Rizqina juga menyukai Azriell. 
Di kursi penonton….
Sekar : “Azriell, kamu bisa, Zriell.”
Rizqina : “Ayo, dong, Zriell. Kamu pasti bisa.”
Rizqina dan Sekar : “Azriel, Azriel, Azriel, Azriel. Kamu pasti bisa!” (Teriak ‘Duo Nying-nying kompak)
Tiba-tiba Sekar menarik tangan Rizqina keluar dari kursi penonton.
Sekar : “Eh, Riz lo tadi ngapain teriak-teriakin namanya Azriell? Hah?!!”
Rizqina : “Lah, kamu sendiri ngapain neriakin namanya Azriell?”
Rizqina dan Sekar : “Karena gue suka sama Azriell!!” (kompak)
Rizqina dan Sekar : “Maksudnya??!!! (masih kompak) Lupain ajalah….” (Rizqina dan Sekar saling salah tingkah, tapi kompak. Lalu mereka meninggalkan lapangan basket yang ramai itu, untuk mengalihkan salting mereka)
*******
Tim basket SMP 21 kalah, pertandingan dimenangkan oleh SMP 9.
Herdina : “Zriell, kok tuben. Permainan kamu, gak sebagus biasanya?”
Azriell : “Aku nggak kenapa-napa. Maaf banget, ya! Gara-gara aku, tim basket kita jadi kalah,”
Eka : “Gapapa lagi, zriell. Sebenernya kamu kenapa, sih?”
Azriell : “Dari tadi gue nungguin seseorang. Tapi, dia nggak dateng.” (agak sedih)
Herdina dan Eka : “Oh, jadi gitu.”
*******
Ami : “O iya, aku lupa.”
Arum : “Lupa kenapa,Mi?”
Ami : “Hari ini aku ga cuma ada janji sama kamu doang, Rum. Aku ada janji sama Azriell, buat nonton dia di pertandingan basketnya, sekarang.”
Arum : “O, yaudah, mending sekarang kita ke sana.”
Sesampainya di lapangan basket, tempat Tim basket SMP 21 dan SMP 9, Ami dan Arum bingung. Tempat itu kosong.
Ami : “Rum, kok kosong yah? Apa udah selesai pertandingannya?”
Arum : “Aku juga nggak tau, Mi. Mending sekarang kita balik. Bukannya katanya kamu sama Azriell satu sekolah, ya? Yaudah, besok kamu temui Azriell di sekolah aja.” (Ami mengangguk, tetapi kecewa pada dirinya sendiri.)
*******
Di kelas, biasanya Azriell dan Ami selalu bercanda, tapi sekarang suasana berbalik 180°. Mungkin saat itu, Azriell sedang benar-benar marah pada Ami, karena Ami sudah mengingkari janji. Fira mencoba mempersatukan persahabatan Azriell dan Ami. Tapi, seperti biasa, ‘Duo Nying-nying’ selalu menghalangi niat baik Fira.
Beberapa hari kemudian, kemarahan Azriell mereda. Dan ia baru sadar bahwa Arum sudah kembali dari Aussie. Azriell langsung ke rumah Arum, ternyata di sana sudah ada Ami. Azriell dan Ami hanya diam-diaman saja. Arum sangat heran.
Arum : “Kalian ini, kenapa, sih? Dari tadi dieee….m, terus.”
Ami : “Gapapa, kok, Rum.”
Azriell : “Mi, yang kemarin-kemarin, aku minta maaf, ya!”
Ami : “Harusnya aku kali yang minta maaf sama kamu, Zriell. Soalnya aku ingkar janji.”
Arum : “Gitu dong…. Kan kalo kayak gini, enak, suasananya.”
Di sekolah ‘Duo Nying-nying’ Rizqina dan Sekar kaget melihat Ami, Azriell dan Fira kembali seperti dulu. Rizqina dan Sekar bertemu Ami, Azriell dan Fira di kantin.
Rizqina : “Kar, tu anak-anak manja udah baekan.”
Sekar : “Hah?!! Masa, sih?!! Mana mereka?”
Rizqina : “Tuh, lagi makan. Samperin, yuk!” (lalu berjalan menuju meja Ami)
Sekar : “Hey, anak manja! Udah baekan, yah?”
Rizqina : “Zriell!!! Ngapain kamu di sini? Sama Ami lagi!”
Fira : “Pergi, yuk!” (mengajak Ami dan Azriell karena melihat ‘Duo Nying-nying)
Rizqina dan Sekar selalu berusaha memisahkan mereka bertiga. Sampai akhirnya, mereka berdua hampir dikeluarkan dari sekolah. Tetapi setelah itu, mereka sadar bahwa semua yang mereka lakukan sia-sia.”
Sekar : “Eh, kita minta maaf, ya! Gara-gara aku sama Rizqina, persahabatan kamu semua keganggu.”
Rizqina : “Ya, kita minta maaf, ya!”
Ami : “Gapapa kok, kalian udah aku maafin, dari dulu malah.” (tersenyum)
Sepulang sekolah, Ami, Arum dan Azriell ketemuan di sebuah café. Ternyata Azriell dan Arum menyatakan cinta kepada Ami dan Ami disuruh memilih satu diantara mereka.
Ami : “Hmm…. Aku minta maaf sebelumnya, aku nggak pengen persahabatan kita keganggu lagi kayak kemaren-kemaren. Apalagi, yang ini Cuma gara-gara cinta.”
Ami : “Yaudah, aku ngerti maksud kamu kok, Mi.”
Azriell : “Iya, Mi. Gue juga ngerti maksud lo kok.”
Ami : “Bagus, deh kalo kalian ngerti. Mending kita bertiga tetep jadi sahabat.”
Ami, Azriell, dan Arum : “Saling menyayangi, saling melindungi, selalu bersama, satu untuk selamanya!”
Akhirnya mereka kembali bersahabat seperti dulu sebelum Arum pergi ke Aussie. Sebelum Arum kembali ke Aussie, Ami, Azriell, Sekar, Rizqina, Eka, Herdina, dan Fira akan mengucapkan salam perpisahan kepada Arum. Karena kemungkinan besar Arum tidak bisa kembali lagi ke Indonesia. Ami, Azriell, Sekar, Rizqina, Eka, Herdina, dan Fira mengantarkan Arum ke bandara untuk kembali ke Aussie.
Ami : “Meskipun kamu tidak bisa kembali ke Indonesia. Tapi tolong jangan lupakan kita dan persahabatan kita”
Azriell : “Ya, aku setuju sama Ami”
Arum : “Tenang aja, aku gak bakal ngelupain kalian semua sobatku”
Herdina : “Kita disini selalu menyayangi kamu, dan tidak akan pernah ngelupain kamu. Karena kita semua sahabat”
Sekar : “Ya, kita kan bersahabat. Meskipun dulu aku dan Rizqina selalu membuat kalian bertengkar”
Arum : “Oke. Sahabatku. Sudahlah itu kan sudah menjadi memori buat kita semua”
Rizqina : “Sebelum kamu pergi, aku ingin minta maaf jika aku selama ini mempunyai salah sama kamu”
Arum : “Ya, aku sudah maafin kamu kok”
Eka : “Jangan lupain kita semua ya, Rum. Kita disini selalu nungguin kamu”
Fira : “Mau kamu akan datang lagi ke Indonesia atau tidak”
Arum : “Makasih ya sahabat-sahabatku. Kalian begitu baik sama aku. Aku gak bakal ngelupain kalian”
Setelah beberapa menit mereka berbincang-bincang. Akhirnya sudah waktunya Arum meninggalkan Indonesia, sahabat-sahabatnya, dan sekolah tercinta.
Ami, Azriell, Sekar, Rizqina, Eka, Herdina, Arum dan Fira : “Saling menyayangi, saling mengasihi, saling melindungi, selalu bersama, satu untuk selamanya”
Ami, Azriell, Sekar, Rizqina, Eka, Herdina, dan Fira : “Jangan lupa hibungi kami Arum!!!”
Arum : “Oke. Selamat tinggal sahabat”
JJJSELESAIJJJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar